Minggu, 09 Oktober 2016

Bahasa Bawean

Bahasa Bawean ditengarai sebagai kreolisasi bahasa Madura, karena kata-kata dasarnya yang berasal dari bahasa ini, namun bercampur aduk dengan kata-kata Melayu dan Inggris serta bahasa Jawa[31][32] karena banyaknya orang Bawean yang bekerja atau bermigrasi ke Malaysia dan Singapura, Bahasa Bawean memiliki ragam dialek bahasa biasanya setiap kawasan atau kampung mempunyai dialek bahasa sendiri seperti Bahasa Bawean Dialek Daun, Dialek Kumalasa[33] , Dialek Pudakit dan juga Dialek Diponggo. Bahasa ini dituturkan di Pulau Bawean, Gresik, Malaysia, dan Singapura [34]. Di dua tempat terakhir ini Bawean dikenal sebagai Boyanese. Intonasi orang Bawean mudah dikenali di kalangan penutur bahasa Madura. Perbedaan kedua bahasa dapat diibaratkan dengan perbedaan antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia[35], yang serupa tapi tak sama meskipun masing-masing dapat memahami maksudnya. Contoh-contoh:

eson atau ehon = aku
kalaaken = ambilkan
tak kabessanyo'on/ naddeh nyo'on = terimakasih
olo = kepala
sakotik = sedikit
kathirik = sendiri
toghellen = kerabat/saudara

Contoh Bahasa Bawean:

Eson terro ka be'na = Saya sayang kamu (di Bawean ada juga yang menyebutnya Ehon)
Buk, bede berrus? = Buk, ada sikat? (berrus dari kata brush)
Mak, pamelleaken pellem = Mak, belikan mangga ( ada pengaruh Jawa kuno di akhiran -aken).
Silling na se bucor la mare e pabender = langit-langit nya yang bocor sudah diperbaiki ( silling bahasa bawean dipengaruhi bahasa melayu (inggris : ceiling ), langit-langit dalam bahasa asli bawean adalah "Sentek" )
Araa..mak ghik bede edinnak, ekowa la alajer ka singgapur = Kenapa...kok masih disini, katanya sudah pergi berlayar ke singapura ( kata 'Araa' dari kata arapah dalam Bahasa Madura , kata alajer (Berlayar) untuk menunjukkan orang bawean pergi keluar dari pulau Bawean )


Pulau Bawean,

Pulau Tidung,

Pulau Harapan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar